‎Wabup Lahat Buka Seleksi Pemagangan ke Jepang Tahun 2026

‎LAHAT l Lahataktual.co.id — Wakil Bupati Lahat Widia Ningsih secara resmi membuka seleksi peserta program pemagangan ke Jepang Kabupaten Lahat Tahun 2026. Kegiatan tersebut menjadi salah satu upaya Pemerintah Kabupaten Lahat dalam memperluas kesempatan kerja sekaligus meningkatkan kompetensi tenaga kerja muda. Senin (14/9/2026)

‎Seleksi pemagangan ke Jepang ini merupakan kerja sama Pemerintah Kabupaten Lahat melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi dengan Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia serta pihak terkait dari Jepang.

‎‎Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Lahat, Mustofa Nelson, dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan seleksi diikuti sekitar 212 peserta. Seleksi dilaksanakan melalui beberapa tahapan, antara lain tes matematika, kesamaptaan, ketahanan fisik, dan wawancara.

‎”Seleksi tidak berhenti di Kabupaten Lahat. Peserta yang dinyatakan lolos akan mengikuti tahapan berikutnya di Jakarta,” ujar Mustofa dalam kegiatan tersebut.

‎Menurutnya, pelaksanaan seleksi di Kabupaten Lahat merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah untuk membuka akses yang lebih luas bagi generasi muda mendapatkan pengalaman kerja dan meningkatkan pendapatan melalui kesempatan pemagangan di luar negeri.

‎Mustofa menegaskan bahwa proses seleksi dilakukan berdasarkan kemampuan peserta dan ketentuan yang telah ditetapkan, sehingga hasilnya tidak dapat dipengaruhi oleh pihak mana pun.

‎Sementara itu, perwakilan Bidang Pembinaan Pemagangan Luar Negeri Direktorat Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas Kementerian Ketenagakerjaan RI, Muhammad Aunola, mengatakan program pemagangan ke Jepang memiliki nilai strategis dalam meningkatkan kompetensi dan daya saing tenaga kerja Indonesia.

‎‎Menurutnya, pemagangan bukan hanya memberikan pengalaman kerja, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran mengenai disiplin, tanggung jawab, ketelitian, kerja sama, budaya kerja, serta peningkatan kualitas secara berkelanjutan.

‎‎Ia berpesan kepada peserta agar tidak memandang program tersebut semata-mata sebagai kesempatan memperoleh penghasilan.

‎‎”Jadikan pemagangan ini sebagai investasi untuk masa depan. Serap ilmu dan teknologi, bangun etos kerja, pelajari budaya dan disiplin kerja, serta jaga integritas dan nama baik bangsa,” pesannya.

‎‎Wakil Bupati Lahat Widia Ningsih mengatakan Pemerintah Kabupaten Lahat memberikan perhatian terhadap program yang dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus mengurangi angka pengangguran.

‎‎Ia menjelaskan, pelaksanaan seleksi pemagangan ke Jepang pada tahun ini menjadi salah satu program yang didukung melalui APBD Kabupaten Lahat. Menurutnya, kebijakan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah mengoptimalkan anggaran untuk program yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.

‎‎”Kami ingin program seperti ini terus dikembangkan. Selain pemagangan ke Jepang, ke depan kami juga mendorong program lain, seperti job fair, untuk membuka lebih banyak kesempatan kerja bagi anak-anak muda Kabupaten Lahat,” kata Widia.

‎‎Widia juga mengingatkan para peserta yang nantinya lolos agar menjaga nama baik keluarga, daerah, dan Indonesia selama berada di Jepang.

‎‎Ia berharap pengalaman dan keterampilan yang diperoleh peserta selama mengikuti program dapat dimanfaatkan ketika kembali ke Kabupaten Lahat.

‎”Kalau nanti berkesempatan ke Jepang, manfaatkan untuk mencari ilmu dan pengalaman. Jaga nama baik daerah dan Indonesia. Setelah mendapatkan pengalaman, kami berharap dapat kembali dan ikut membangun Kabupaten Lahat,” ujarnya.

‎Program pemagangan tersebut mencakup pelatihan kerja, peningkatan keterampilan teknis, serta pembentukan etos kerja. Peserta yang lolos seleksi daerah selanjutnya akan mengikuti tahapan seleksi di Jakarta sebelum memperoleh kesempatan mengikuti program pemagangan di Jepang.

‎‎Pemerintah Kabupaten Lahat berharap program tersebut dapat terus dilaksanakan pada tahun-tahun berikutnya sehingga semakin banyak tenaga kerja muda daerah memperoleh kesempatan meningkatkan kompetensi dan pengalaman di dunia kerja internasional.

‎Laporan: Nita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *