Karyawan PT ALR Datangi Polres Lahat, Minta Jaminan Keamanan dan Solusi atas Penutupan Jalan

LAHAT l Lahataktual.co.id – Perwakilan karyawan PT ALR mendatangi Polres Lahat untuk menyampaikan keluhan dan meminta perlindungan keamanan terkait aksi penutupan jalan yang dilakukan oleh sejumlah warga Desa Cempaka Wangi dan Desa Lematang Jaya di wilayah Desa Nanjungan. Kamis (30/6/2026)

Dalam penyampaiannya kepada petugas di Unit Pidana Khusus (Pidsus) Polres Lahat, perwakilan karyawan PT ALR, Redho yang bertugas sebagai petugas keamanan (security), mengaku para pekerja merasa terganggu dan tidak aman akibat aksi yang berlangsung di lokasi tersebut.

“Kami sebagai karyawan PT ALR sangat terganggu dan merasa tidak aman atas aksi penutupan jalan yang dilakukan oleh masyarakat Desa Cempaka Wangi dan Desa Lematang Jaya di Desa Nanjungan,” ujar Redho.

Ia menjelaskan, karyawan PT ALR berasal dari berbagai desa di sekitar wilayah operasional perusahaan, di antaranya Desa Nanjungan, Tanjung Lontar, Sengkuang, dan Arahan. Menurutnya, kondisi yang terjadi saat ini dikhawatirkan dapat memicu polemik antarwarga yang berpotensi menimbulkan gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.

“Kami khawatir akan adanya polemik antarwarga desa yang dapat memicu tindakan kriminalitas yang pada akhirnya berdampak kepada kami selaku karyawan PT ALR,” katanya.

Selain menyampaikan keluhan, para karyawan juga meminta pihak kepolisian untuk memberikan pengamanan di lokasi aksi guna mengantisipasi terjadinya penutupan akses jalan yang digunakan oleh kendaraan operasional perusahaan.

Redho menuturkan, penutupan jalan dalam waktu yang lama tidak hanya berdampak pada operasional perusahaan, tetapi juga berimbas langsung terhadap penghasilan para pekerja.

“Kami meminta kepada pihak kepolisian agar dapat memberikan keamanan di titik aksi yang digelar warga sehingga dapat mencegah penutupan jalan yang dilalui PT ALR. Kami harus bekerja, karena apabila jalan ditutup dan aktivitas hauling batu bara berhenti terlalu lama tanpa adanya solusi, maka kami para karyawan tidak bisa bekerja,” ungkapnya.

Menurutnya, apabila kondisi tersebut terus berlangsung, dampak ekonomi akan dirasakan langsung oleh para karyawan dan keluarga mereka yang bergantung pada aktivitas operasional perusahaan.

Para perwakilan karyawan berharap seluruh pihak dapat mengedepankan dialog dan mencari solusi bersama agar aktivitas masyarakat maupun operasional perusahaan dapat berjalan dengan baik tanpa menimbulkan konflik sosial di tengah masyarakat.

 

Laporan: Nita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *