PT ALR Klarifikasi Penutupan Akses Jalan, Sebut Ada Tujuh Portal Tambahan di Luar Hasil Mediasi

LAHAT | LahatAktual.co.id — PT ALR memberikan klarifikasi terkait insiden penutupan akses jalan perusahaan oleh sejumlah warga yang sebelumnya menjadi perhatian publik. Pihak perusahaan menyebut terdapat penambahan tujuh portal di luar lima titik yang sebelumnya telah melalui proses mediasi. Minggu (27/9/2026)

Klarifikasi tersebut disampaikan Muskarel selaku Kepala Keamanan PT ALR. Ia mengatakan, penjelasan diberikan agar informasi mengenai peristiwa di lapangan dapat diketahui dari pihak perusahaan dan tidak hanya berdasarkan keterangan dari salah satu pihak.

Menurut Muskarel, kejadian bermula pada Jumat sekitar pukul 23.00 WIB. Saat itu, sejumlah warga yang sebelumnya terlibat dalam persoalan akses jalan di lima titik melakukan penutupan jalan dengan menumbangkan pohon.

Muskarel mengatakan, lima titik tersebut sebelumnya telah dibahas melalui proses mediasi dengan pihak kepolisian.

“Pagi harinya kami melakukan negosiasi dengan Pak Ganda dan Pak Niko untuk memberikan pemahaman bahwa hari itu Sabtu dan bank tidak buka, sehingga pemberian panjar kepada mereka belum dapat dilakukan,” ujar Muskarel.

Saat proses negosiasi berlangsung, lanjut dia, tim keamanan PT ALR melakukan monitoring dan patroli di sekitar lokasi.

Dalam kegiatan tersebut, Muskarel mengaku tim keamanan menemukan adanya pemasangan portal tambahan di sejumlah titik yang menurut pihak perusahaan berada di luar lima lokasi yang sebelumnya menjadi objek mediasi.

Menurutnya, kondisi tersebut membuat jumlah titik penutupan bertambah dari lima menjadi 12 titik.

“Yang kami pahami, tujuh portal tambahan itu berada di luar lima titik yang sebelumnya sudah dimediasi. Kami melihat kondisi tersebut berpotensi mengganggu keamanan dan aktivitas perusahaan,” katanya.

Muskarel mengatakan situasi di lapangan sempat memanas. Ia menyebut keberadaan sejumlah warga di lokasi turut memengaruhi kondisi keamanan di sekitar akses jalan perusahaan.

Terkait adanya tindakan terhadap Saipul, Muskarel menyebut tindakan tersebut terjadi secara spontan ketika situasi di lapangan dinilai semakin tegang.

“Saya memberikan tindakan terlebih dahulu karena situasi saat itu sudah sangat tegang,” ujarnya.

Namun, Muskarel tidak merinci bentuk tindakan yang dimaksud. Ia juga belum menjelaskan apakah kejadian tersebut telah dilaporkan atau diproses melalui aparat penegak hukum.

Menurut Muskarel, sekitar 30 personel keamanan berada di lokasi untuk melakukan pengamanan.

Ia kemudian mengaku berkomunikasi dengan Ganda melalui sambungan telepon. Dalam komunikasi tersebut, menurut Muskarel, Ganda meminta agar seluruh portal yang dipasang dibuka kembali.

“Pak Ganda menyampaikan seluruh portal itu harus dibuka,” katanya.

Muskarel juga menyebut terdapat dokumentasi berupa foto yang menurutnya menunjukkan proses pembukaan portal dan disaksikan oleh warga yang sebelumnya terlibat dalam persoalan di lima titik.

“Portal dibuka dan dihadiri oleh warga itu sendiri yang termasuk dalam lima kelompok yang sebelumnya dimediasi,” ujarnya.

Muskarel menegaskan, berdasarkan versi perusahaan, lima titik penutupan sebelumnya merupakan persoalan yang telah dibahas melalui mediasi. Sementara tujuh portal tambahan yang muncul kemudian disebut berada di luar lokasi tersebut.

“Yang kami persoalkan adalah adanya penambahan tujuh portal di luar lima titik yang sudah dibicarakan sebelumnya. Itu yang menurut kami membuat situasi menjadi tidak kondusif,” kata Muskarel.

Terkait tudingan bahwa Saipul melakukan provokasi, Muskarel menegaskan bahwa pernyataan tersebut merupakan penilaian dari pihak keamanan perusahaan berdasarkan situasi yang mereka lihat di lapangan.

“Menurut kami, tindakan tersebut merupakan bentuk provokasi yang dapat mengganggu keamanan dan aktivitas perusahaan,” ujarnya.

Muskarel berharap persoalan tersebut dapat diselesaikan melalui komunikasi dan mekanisme yang berlaku sehingga tidak kembali menimbulkan ketegangan di lapangan.

 

Laporan: Nita