SMA Negeri 1 Tanjung Sakti PUMI Bangun Sumur Bor, Antisipasi Krisis Air Saat Kemarau

LAHAT l Lahataktual.co.id — Menjelang masa purna tugas, Kepala SMA Negeri 1 Tanjung Sakti PUMI, Drs. Jonhamdi, M.M., melakukan sejumlah pembenahan sarana dan prasarana sekolah, salah satunya dengan membangun satu unit sumur bor guna mengantisipasi kekurangan air saat musim kemarau. Senin (28/4/2026)

Pembangunan sumur bor tersebut dilakukan karena selama ini sumber air dari sumur gali yang ada kerap tidak mencukupi kebutuhan siswa ketika musim kemarau tiba. Dengan adanya fasilitas baru ini, diharapkan kebutuhan air di lingkungan sekolah dapat terpenuhi secara optimal.

“Selama musim kemarau, ketersediaan air sering menjadi kendala. Dengan sumur bor ini, kami berharap persoalan tersebut dapat teratasi,” ujar Jonhamdi.

Selain itu, pihak sekolah juga melakukan penataan infrastruktur lain, seperti perbaikan akses jalan menuju area parkir siswa. Jalan yang sebelumnya berupa cor semen kini dirapikan menggunakan konblok sepanjang kurang lebih 100 meter dengan lebar 1,3 meter, sehingga diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan dan keselamatan siswa.

Jonhamdi yang dijadwalkan memasuki masa pensiun pada penghujung 2026 berharap seluruh fasilitas yang telah dibangun dapat dijaga dan dirawat dengan baik oleh warga sekolah ke depan. “Semoga sarana dan prasarana ini dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang dan menjadi kenangan baik bagi sekolah,” katanya.

Di bidang akademik, SMA Negeri 1 Tanjung Sakti PUMI juga mencatat capaian positif. Pada tahun ini, sebanyak enam siswa kelas XII dinyatakan lulus melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) dan diterima di sejumlah perguruan tinggi, di antaranya Poltekkes Negeri dan Universitas Sriwijaya. Sementara itu, siswa lainnya masih mengikuti proses seleksi melalui Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK).

Sekolah juga menjadwalkan kegiatan pelepasan siswa kelas XII pada 5 Mei 2026 yang akan dihadiri oleh orang tua siswa serta tamu undangan lainnya.

Di akhir masa jabatannya, Jonhamdi turut menyampaikan harapan kepada pemerintah pusat, khususnya Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah, agar dapat memberikan bantuan revitalisasi gedung sekolah. Ia menilai kondisi bangunan yang telah berusia sekitar 35 tahun sudah layak untuk direnovasi demi menunjang kegiatan belajar mengajar yang lebih optimal.

 

Laporan: Nita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *