PALEMBANG l Lahataktual.co.id — Kekalahan Sriwijaya FC (SFC) dalam lanjutan kompetisi Liga 2 memicu perbincangan di media sosial. Salah satu akun Instagram, @sasanafootball, menuliskan narasi yang menyebut klub milik Wakil Gubernur Sumatera Selatan, Sumsel United, sebagai “tim yang mengusir” Sriwijaya FC dari Liga 2. Rabu (4/3/2026)
Narasi tersebut menuai tanggapan karena dinilai tidak berdasar. Sejumlah pihak menilai posisi Sriwijaya FC di klasemen akhir musim menjadi faktor utama yang menentukan degradasi klub ke Liga 3.Berdasarkan klasemen sementara, Sriwijaya FC berada di peringkat ke-10 dengan selisih poin yang cukup jauh dari tim pesaing. Kondisi tersebut membuat peluang bertahan di Liga 2 semakin tipis, terlepas dari hasil pertandingan melawan tim tertentu.
Sejumlah pengamat sepak bola daerah menilai penurunan performa Sriwijaya FC sudah terlihat sepanjang musim kompetisi. Minimnya konsistensi permainan serta absennya sejumlah pemain kunci disebut berpengaruh terhadap hasil pertandingan.
Selain faktor teknis di lapangan, kondisi manajemen juga menjadi sorotan. Dalam beberapa pemberitaan media dan perbincangan di media sosial, muncul informasi mengenai keterlambatan pembayaran gaji pemain hingga beberapa bulan.
Namun hingga kini belum ada keterangan resmi dari manajemen Sriwijaya FC terkait hal tersebut.Di sisi lain, pertandingan antara Sriwijaya FC dan Sumsel United disebut berlangsung secara sportif sesuai aturan kompetisi. Karena itu, sejumlah pihak mengimbau agar hasil pertandingan tidak dikaitkan dengan tudingan yang tidak dapat dibuktikan.
Pengamat menilai situasi ini seharusnya menjadi bahan evaluasi internal bagi manajemen Sriwijaya FC, baik dari sisi pembinaan tim, pengelolaan keuangan, maupun tata kelola organisasi. Pembenahan dinilai penting agar klub dapat kembali bersaing secara kompetitif pada musim berikutnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari manajemen Sriwijaya FC maupun pihak Sumsel United terkait polemik yang berkembang di media sosial tersebut.


