PALEMBANG I Lahataktual.co.id – Perjalanan hidup H. Cik Ujang, S.H. mencerminkan kisah kerja keras dari daerah hingga menembus panggung kepemimpinan provinsi. Lahir pada 2 Mei 1968 di Desa Lebak Budi, Kecamatan Merapi Barat, Kabupaten Lahat, ia merupakan anak bungsu dari delapan bersaudara pasangan H. Menawi dan Hj. Ciknap.
Mengenyam pendidikan di SDN 12 Ulak Pandan, SMP Negeri Lahat, hingga SMA Negeri 2 Lahat, Cik Ujang kemudian merantau ke Jakarta selepas sekolah. Di ibu kota, ia menjalani berbagai pekerjaan, mulai dari kuli gudang hingga bekerja di bengkel, sebagai bagian dari perjuangan mencari pengalaman dan penghidupan.
Setelah beberapa tahun merantau, ia kembali ke kampung halaman pada 1993. Tidak memilih mengelola kebun keluarga secara konvensional, Cik Ujang justru merintis usaha di bidang perdagangan kayu. Usaha tersebut berkembang pesat dan menjadi titik awal kesuksesannya di dunia bisnis. Ia kemudian dipercaya menjabat sebagai Komisaris PT Ayik Batu Gung dan CV Ayik Batu Gung pada periode 2009 hingga 2018.
Karier politiknya dimulai pada 2009 ketika terpilih sebagai Anggota DPRD Kabupaten Lahat. Ia kembali dipercaya untuk periode kedua pada 2014–2018. Pengalaman di legislatif menjadi bekal penting sebelum akhirnya terpilih sebagai Bupati Lahat periode 2018–2023.
Di bidang organisasi politik, Cik Ujang dikenal sebagai kader Partai Demokrat yang meniti karier dari tingkat daerah. Ia pernah menjabat sebagai Ketua PAC (2001), Bendahara DPC (2006), Sekretaris MPC (2011), Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Lahat (2017), hingga Ketua DPD Partai Demokrat Sumatera Selatan periode 2021–2026.
Pada perkembangan selanjutnya, ia dipercaya mengemban amanah sebagai Wakil Gubernur Sumatera Selatan untuk periode 2025–2030. Jabatan tersebut menandai puncak sementara perjalanan kariernya, dari seorang perantau hingga menjadi pemimpin di tingkat provinsi.
Kisah hidup Cik Ujang menjadi salah satu contoh perjalanan dari akar kehidupan sederhana menuju posisi strategis di pemerintahan, melalui pengalaman di dunia usaha, politik, dan pengabdian kepada masyarakat.
Laporan: Nita






