Hari Kedua MPLS, SMAN 1 Pulau Pinang Tanamkan Budaya 5S kepada Peserta Didik Baru

LAHAT I Lahataktual.co.id – Kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMA Negeri 1 Pulau Pinang memasuki hari kedua pada Selasa (14/7/2026). Rangkaian kegiatan diawali dengan pelaksanaan Senam Anak Indonesia Sehat yang diikuti oleh peserta didik baru bersama para guru di lingkungan sekolah.

Setelah kegiatan senam, peserta MPLS mendapatkan materi pertama tentang budaya 5S (Salam, Senyum, Sapa, Sopan, dan Santun) yang disampaikan oleh guru SMAN 1 Pulau Pinang, Yessi Ariyosa, S.Pd.

Dalam pemaparannya, Yessi Ariyosa menjelaskan bahwa penerapan budaya 5S merupakan salah satu langkah penting dalam membangun karakter peserta didik sekaligus menciptakan lingkungan sekolah yang positif.

Menurutnya, kebiasaan memberikan salam, senyum, sapa, serta bersikap sopan dan santun dapat menumbuhkan umpan balik (feedback) positif di antara seluruh warga sekolah.

“Budaya 5S penting diterapkan dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan sekolah karena dapat menumbuhkan hubungan yang baik antarsesama warga sekolah serta menciptakan suasana yang aman, nyaman, dan harmonis,” ujarnya.

Ia juga mengajak seluruh peserta didik baru untuk membiasakan budaya 5S sejak hari pertama menjadi bagian dari keluarga besar SMAN 1 Pulau Pinang, baik dalam berinteraksi dengan guru, tenaga kependidikan, maupun sesama siswa.

Selain materi 5S, peserta didik baru juga mendapatkan materi tentang sopan santun dalam bermedia sosial yang disampaikan oleh Een Kurniasari, S.Pd. Dalam sosialisasi tersebut, siswa diberikan pemahaman mengenai pentingnya menggunakan media sosial secara bijak, menjaga etika dalam berkomunikasi di dunia digital, serta menghindari penyebaran informasi yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain.

Selanjutnya, Operator Sekolah Ria Mustika menyampaikan materi mengenai Data Pokok Pendidikan (Dapodik) dan administrasi sekolah. Materi ini bertujuan memberikan pemahaman kepada peserta didik baru terkait pentingnya kelengkapan data administrasi, proses pendataan peserta didik, serta berbagai layanan administrasi yang akan digunakan selama menempuh pendidikan di SMAN 1 Pulau Pinang.

Kegiatan penyampaian materi berlangsung interaktif dengan melibatkan peserta didik dalam diskusi dan praktik sederhana mengenai penerapan budaya 5S dalam kehidupan sehari-hari.

Melalui materi tersebut, pihak sekolah berharap peserta didik baru tidak hanya mengenal lingkungan sekolah, tetapi juga mampu menerapkan nilai-nilai karakter yang menjadi dasar dalam membangun budaya sekolah yang positif dan kondusif selama proses pembelajaran berlangsung.

 

Laporan: Nita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *