LAHAT l Lahataktual.co.id – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Lahat melaksanakan kegiatan penanaman jagung bersama masyarakat Desa Darmo, Rabu (4/11/2026). Kegiatan ini merupakan bentuk dukungan terhadap penguatan ketahanan pangan sekaligus upaya pemberdayaan masyarakat melalui program desa binaan.
Kegiatan tersebut melibatkan pejabat struktural, pegawai, dan peserta magang Lapas Kelas IIA Lahat, Kepala Desa Darmo beserta masyarakat, Bhabinkamtibmas dari unsur kepolisian, serta penyuluh dan Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) dari Dinas Pertanian dan Perkebunan.
Kolaborasi lintas sektor ini dilakukan untuk mendorong pemanfaatan lahan pertanian agar lebih produktif serta meningkatkan peran masyarakat dalam mengembangkan potensi pertanian desa.
Penanaman jagung tersebut juga menjadi bagian dari dukungan Lapas Kelas IIA Lahat terhadap 15 Program Aksi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, khususnya di bidang penguatan ketahanan pangan.
Kepala Lapas Kelas IIA Lahat, Royhan Al Faisal, mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu bentuk kontribusi jajaran pemasyarakatan dalam mendukung program pemerintah melalui kerja sama dengan pemerintah desa dan masyarakat.

“Melalui kegiatan penanaman jagung ini, kami ingin berkontribusi dalam mendukung program ketahanan pangan sekaligus memperkuat sinergi dengan pemerintah desa dan masyarakat. Kami berharap Desa Darmo sebagai desa binaan Lapas Lahat dapat terus berkembang, memiliki kegiatan pertanian yang produktif, serta memberikan manfaat bagi masyarakat secara berkelanjutan,” ujar Royhan.
Menurutnya, keterlibatan Lapas dalam kegiatan pemberdayaan masyarakat diharapkan dapat memberikan dampak positif, terutama dalam mendorong produktivitas sektor pertanian dan memperkuat semangat gotong royong.
Melalui kegiatan tersebut, Lapas Kelas IIA Lahat berupaya memperkuat peran pemasyarakatan agar tidak hanya berfokus pada pembinaan di dalam lembaga, tetapi juga berkontribusi dalam kegiatan sosial dan pemberdayaan masyarakat.
Sinergi bersama masyarakat Desa Darmo diharapkan dapat terus berlanjut sehingga program pertanian yang dikembangkan mampu memberikan manfaat nyata dan mendukung ketahanan pangan secara berkelanjutan.
Laporan: Nita






