Lapas Lahat dan BLK Tingkatkan Kompetensi Warga Binaan melalui Pelatihan Pengelasan dan Teknik Rajut

LAHAT l Lahataktual.co.id  — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Lahat bekerja sama dengan Balai Latihan Kerja (BLK) Lahat menggelar Pelatihan Peningkatan Kompetensi Tenaga Kerja bidang pengelasan dan teknik rajut bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), Senin (5/10/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Lapas Kelas IIA Lahat tersebut dimulai pukul 09.00 WIB dan diikuti oleh sejumlah Warga Binaan. Pelatihan juga dihadiri instruktur dari BLK Lahat, jajaran pejabat dan staf Lapas, serta peserta magang.

Pelatihan dilaksanakan melalui pemberian materi dan praktik langsung sesuai bidang keterampilan yang diberikan. Peserta memperoleh pembelajaran mengenai teknik dasar pengelasan dan teknik rajut, kemudian mempraktikkannya dengan pendampingan instruktur.

Kegiatan berlangsung tertib dan lancar. Para peserta tampak mengikuti materi dan praktik dengan antusias selama pelatihan.

Kepala Lapas Kelas IIA Lahat, Royhan Al Faisal, mengatakan pelatihan tersebut merupakan bagian dari program pembinaan kemandirian bagi Warga Binaan. Menurutnya, pembekalan keterampilan menjadi salah satu upaya mempersiapkan Warga Binaan agar memiliki kemampuan yang dapat dikembangkan setelah kembali ke masyarakat.

“Kami terus mendorong Warga Binaan untuk memiliki keterampilan yang dapat menjadi bekal ketika kembali ke tengah masyarakat. Pelatihan seperti ini memberikan kesempatan bagi mereka untuk belajar, meningkatkan kompetensi, sekaligus mengembangkan keterampilan yang nantinya dapat dimanfaatkan secara produktif,” ujar Royhan.

Ia berharap keterampilan yang diperoleh selama mengikuti pelatihan dapat terus dikembangkan oleh para peserta sehingga menjadi kemampuan yang bermanfaat dan memiliki nilai produktif.

Sementara itu, instruktur yang mewakili BLK Lahat, Saptudin Amrullah, mengatakan pelatihan tersebut memberikan kesempatan kepada peserta untuk memperoleh pengalaman belajar sekaligus mempraktikkan keterampilan secara langsung.

“Kami berharap para peserta dapat mengikuti pelatihan ini dengan sungguh-sungguh dan memanfaatkan kesempatan yang diberikan. Keterampilan yang diperoleh diharapkan tidak berhenti pada saat pelatihan, tetapi dapat terus dikembangkan menjadi kemampuan yang bermanfaat dan produktif setelah kembali ke masyarakat,” kata Saptudin.

Saptudin juga mengapresiasi antusiasme Warga Binaan selama mengikuti materi dan praktik. Menurutnya, keterlibatan aktif peserta menjadi bagian penting dalam proses pembelajaran keterampilan.

Kerja sama antara Lapas Kelas IIA Lahat dan BLK Lahat melalui pelatihan tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas pembinaan kemandirian Warga Binaan. Bekal keterampilan yang diperoleh diharapkan dapat membantu peserta mengembangkan potensi diri dan mempersiapkan diri untuk menjalani kehidupan secara produktif setelah menyelesaikan masa pembinaan.

 

Laporan: Nita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *