PMI Asal Lahat Meninggal di Malaysia, Disnakertrans Telusuri Kebenaran

LAHAT I Lahataktual.co.id – Media sosial di Kabupaten Lahat digemparkan oleh sebuah video viral di TikTok yang mengabarkan bahwa seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Lahat, Sumatera Selatan, meninggal dunia di Malaysia sekitar tiga pekan lalu. Video tersebut diunggah oleh akun @missyunitkwhongkong2024, yang menyebutkan bahwa jenazah PMI tersebut belum dilaporkan ke Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) dan perusahaan tempatnya bekerja enggan melaporkan kejadian tersebut meskipun kasusnya sudah dilaporkan ke kepolisian Malaysia. Selasa (18/2/2025)

Dalam video itu, seorang perempuan berkemeja hitam menyebutkan bahwa PMI yang meninggal bernama Indrianti, yang diduga meninggal akibat serangan jantung. Ia juga menjelaskan bahwa Indrianti, kelahiran 24 April 1980, merupakan warga Kabupaten Lahat, dan paspor atas namanya dikeluarkan pada 27 Juli 2023.

Menanggapi beredarnya video viral tersebut, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Lahat, Mustofa Nelson, melalui Kepala Bidang Pelatihan dan Penempatan Tenaga Kerja, Tubiska Surya, menyatakan bahwa pihaknya telah mengetahui informasi tersebut dan sedang menelusuri kebenarannya. “Kami sedang menelusuri kebenaran video itu. Saat ini, kami masih menunggu informasi lebih lanjut,” ungkap Tubiska Surya, Selasa, 18 Februari 2025.

Disnakertrans Lahat juga telah berkoordinasi dengan Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI), Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI), serta Kantor Imigrasi Kabupaten Muara Enim. Namun, hingga kini belum ada kepastian terkait status dan keberadaan almarhumah atau keluarganya.

“Kami sudah cek melalui aplikasi Siap Kerja, tetapi tidak ditemukan data atas nama tersebut. Ini menunjukkan bahwa yang bersangkutan tidak berangkat melalui prosedur resmi Disnakertrans Lahat,” jelas Tubiska.

Salah satu tantangan utama dalam menanggapi kasus ini adalah belum adanya pihak keluarga yang bisa dihubungi. Jika keluarga Indrianti ditemukan, mereka dapat mengajukan permohonan bantuan pemulangan jenazah melalui KBRI di Malaysia. Tubiska menekankan pentingnya peran keluarga dalam proses administrasi pemulangan jenazah.

“Kami berharap jika ada pihak keluarga yang mengenali almarhumah, segera melapor ke Disnakertrans Lahat atau instansi terkait,” tambahnya.

Kasus ini juga menyoroti pentingnya keberangkatan PMI melalui jalur resmi, karena proses administrasi yang jelas akan mempermudah perlindungan dan kepastian data jika PMI menghadapi masalah di luar negeri.

Disnakertrans Lahat terus menunggu informasi lebih lanjut dari otoritas terkait di Malaysia dan berharap proses pemulangan jenazah dapat segera dilaksanakan setelah identitas korban terkonfirmasi.

Laporan: Dea