BANYUASIN I Lahataktual.co.id – Perkembangan koperasi di Kabupaten Banyuasin dan Provinsi Sumatera Selatan mengalami pasang surut dalam beberapa tahun terakhir. Meski koperasi tetap menjadi bagian penting dalam perekonomian nasional sebagaimana diamanatkan dalam Pasal 33 UUD 1945, perannya semakin terpinggirkan akibat berbagai faktor, termasuk kebijakan pemerintah yang kurang berpihak serta minimnya inovasi dalam pengelolaannya.
Plt. Ketua Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) Kabupaten Banyuasin, Sukardi, menyoroti stagnasi perkembangan koperasi di Indonesia, khususnya di Banyuasin. Menurutnya, dalam lima tahun terakhir, koperasi di daerah ini mengalami hambatan, terutama akibat dualisme kepemimpinan Dekopin di tingkat nasional. Konflik internal ini berdampak pada kurangnya koordinasi antara pusat dan daerah, sehingga program koperasi tidak berjalan optimal.
“Kita bisa lihat sendiri, koperasi yang masih bertahan kebanyakan hanya koperasi simpan pinjam. Padahal, koperasi memiliki banyak jenis, seperti koperasi produksi, koperasi jasa, dan koperasi unit desa yang dahulu sangat kuat di era Orde Baru,” ujar Sukardi, Rabu (19/2/2025).
Namun, dengan adanya rekonsiliasi dalam tubuh Dekopin yang melahirkan kepemimpinan baru di bawah Bambang Heriadi serta pengesahan kepengurusan oleh Kemenkumham, Sukardi optimistis koperasi akan kembali berkembang. Ia juga mengapresiasi langkah pemerintah yang kini memisahkan Kementerian Koperasi dari UMKM, sebagai bukti keseriusan dalam membangun kembali koperasi.
Meski demikian, tantangan masih ada. Sukardi menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam memperkuat koperasi, termasuk melalui kebijakan yang berpihak serta dukungan pendanaan dan regulasi yang jelas. Selain itu, ia mengajak masyarakat untuk kembali kepada prinsip dasar koperasi, yaitu kerja sama dan kekeluargaan, agar koperasi dapat bersaing dengan model bisnis modern seperti franchise dan e-commerce.
“Jika koperasi benar-benar dijalankan sesuai dengan prinsipnya, maka masyarakat akan lebih sejahtera. Kita bisa bersaing dengan Shopee dan lainnya. Kuncinya adalah kebersamaan dan komitmen untuk menghidupkan kembali koperasi,” pungkasnya.
Ke depan, Dekopin Banyuasin berencana menghidupkan kembali koperasi unit desa dan membangun sinergi lebih kuat dengan pemerintah daerah, khususnya Dinas Koperasi. Harapannya, koperasi dapat kembali menjadi pilar ekonomi masyarakat dan solusi bagi berbagai permasalahan, termasuk mengatasi praktik rentenir di kalangan petani dan nelayan.
Laporan: Nita













