LAHAT I Lahataktual.co.id – Kepala Sekolah SMA Negeri 4 Lahat, Dr. Baslini, M.Pd., angkat bicara terkait dugaan pungutan liar (pungli) yang menyeret nama sekolahnya. Tuduhan tersebut sebelumnya mencuat di beberapa media online, namun ia menegaskan bahwa sumbangan yang dimaksud telah disepakati dalam rapat komite.
Menurut Dr. Baslini, kesepakatan tersebut dibuat berdasarkan musyawarah dengan komite sekolah dan para wali murid. “Tidak ada masalah, wali murid menyanggupi, dan apa yang dikatakan LSM Lapsi itu tidak benar,” ujarnya saat dihubungi melalui telepon pada Selasa (26/3).
Senada dengan itu, Ketua Komite SMA Negeri 4 Lahat, H. Haruddin, B.A., juga membantah adanya keterlibatan pihak sekolah dalam pengumpulan dana. Ia menjelaskan bahwa kepala sekolah hanya hadir untuk membuka rapat, namun setelahnya menyerahkan pembahasan kepada komite.
“Setiap rapat komite menghasilkan keputusan bersama yang kemudian dilaporkan dan dijalankan oleh pihak sekolah,” ungkapnya.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa sumbangan komite untuk tahun ajaran 2024/2025 bersifat sukarela. Wali murid diberikan kebebasan untuk menyatakan persetujuan atau keberatan mereka terhadap sumbangan tersebut. “Bagi wali murid yang tidak mampu, mereka dibebaskan dari sumbangan tanpa ada paksaan,” tambahnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada klarifikasi lebih lanjut dari pihak terkait mengenai tuduhan pungli yang dilayangkan.
Laporan: Nita













